Alasan Untuk Tidak Miskin

Ryan Ferdiansyah | Suatu hari di Sidney, Australia, seorang penjual roti kecil-kecilan didatangi ibu-ibu. Selesai memilih roti, si ibu ingin membayar, namun dicegah oleh si penjual roti. Sambil tersenyum sipenjual roti berujar,”Ambil saja, Bu. Anggap saja itu hadiah dari saya”. Si ibu sangat senang. Keesokannya, si ibu datang menghadiahkannya karangan bunga untuk penjual roti.

Kemudian, si penjual didatangi oleh seorang bapak. Sama seperti diatas, ketika bapak tersebut ingin membayar di cegah oleh si penjual seraya berkata “Ambil saja, pak. Anggap saja itu hadiah dari saya”. Si bapak pun merasa senang. Keesokannya ia menghadiahkan kepada si penjual sebuah gantungan kunci.
Lalu, si penjual bertemu salah satu mahasiswa yang kelihatannya berasal dari Indonesia. Selesai memilih roti dan hendak membayar, mahasiswa tersebut di cegah.”Ambil saja, Dik. Anggap saja itu hadiah dari saya”. Si mahasiswa pun senang. Keesokan harinya, apa yang terjadi? Si mahasiswa langsung mengajak teman-temannya satu kompi dan mendatangi si penjual roti. Yah apalagi kalau bukan ingin roti gratisan. Hehehe!
Kadang, miskin itu bukan hanya soal materi, tetapi juga soal mental. Si penjual roti yang kecil-kecilan tadi, walaupun secarra materi ia belum kaya, namun secara mental ia sudah kaya. Lah bagaimana dengan mahasiswa tadi. Yah Anda simpulkan saja sendiri.
Kalau miskin, jangan-jangan Anda malah :
Dizakati dan disedekahiDihajikan dan diumrahkan orang lainSusah untuk menuntut ilmuMembebani keluargaMembebani ekonomi umatMelemahkan dakwah dan syiar agama
Bayangkan ada ustadz miskin dan ustadz kaya.
Ustadz miskin berdakwah, “Pengen sukses? Rutinkan sholat dhuha”.Ustadz kaya juga berdakwah,”Pengen sukses? Rutinkan sholat dhuha”.Jelas, kata-kata mereka didengar oleh malaikat. Akan tetapi, kata-kata siapakah yang lebih didengar umat? Tentu saja, ustadz kaya akan lebih dipercaya. Siapapun yang menyampaikan kebenaran, hendaklah didengarkan dan ditaati. Namun begitulah umat zaman sekarang. Kadang umat lebih memperhatikan siapa daripadaapa.Bayangkan apabila orang sekaya Bill Gates masuk Islam dan berdakwah “pengen sekaya saya dan sukses seperti saya, rutinkan sholat dhuha”. Wah, saya yakin, esok harinya tepat jam 9.00 WIB masjid sekitar Anda akan penuh.Dipesankan bahwa berdakwah itu sesuai bahasa kaumnya. Lha, apa bahasa kaum zaman sekarang? Yah, apalagi kalau bukan kekayaan.Akhirnya dapat disimpulkan bahwa kaya itu harus.

Komentar

POSTINGAN POPULER

BUKTI INDONESIA DI SEBUT MACAN ASIA YANG TERTIDUR | BLOG

STORY OF SEASONS: A WONDERFUL LIFE AKAN SEGERA RILIS DI TAHUN 2023